Monitoring dan Evaluasi

Litbang tahun ini mencoba serta mencari instrumen monev yang baik serta mencari cara untuk menjalankan fungsional litbang.

Untuk menjadi source of information, pada awal pengurusan, anggota litbang dibagi-bagi ke tiap departemen untuk memonitoring serta memberikan informasi yang diperlukan. Namun, tidak dipungkiri bahwa tiap departemen memiliki kamarnya masing-masing dan anggota litbang pun masih tidak banyak mengetahui mengenai informasi-informasi yang ada pun pengetahuan yang kurang memadai. Akhirnya, pembagian anggota litbang pada setiap departemen hanya berfungsi untuk mengumpulkan presensi rapat tiap departemennya.

Monitoring dan Evaluasi (MONEV) terbagi menjadi 3. Yakni monev personal, proker, dan monev departemen.

Pada monev personal, tim litbang menggunakan beberapa instrumen. Pertama ialah monev terhadap kehadiran tiap pengurus pada tiap rapat internal departemen, proker, serta rapat besar HIMAGRIN. Pada monev ini, berbeda dengan tahun lalu dimana nilai kehadiran pengurus yang terlambat maupun tidak adalah sama namun, pada tahun ini nilai pengurus yang on time, terlambat, izin dan sebagainya dibedakan. Kedua ialah monev untuk mengetahui sejauh mana peran mahasiswa yang telah dilaksanakan oleh 2 orang dari masing-masing departemen HIMAGRIN. Pemilihan tiap orang dari tiap departemen dilakukan dengan cara diacak. Monev ini dilakukan untuk membandingkan dan menghasilkan instrumen litbang yang baik.

 

Adapun mengenai Surat Peringatan 1, 2, dan 3 dilakukan berdasarkan MOU yang sudah ditetapkan pada awal pengurusan namun tidak dikeluarkan pada tahun ini karena beberapa hal yakni bercecerannya absensi, dan dalam SOP tidak ada surat peringatan. Oleh karena itu, monev tahun ini berfokus pada reward lewat memberikan nilai yang berbeda pada pengurus yang datang  on time serta reward berupa hadiah pada  staff Himagrin yang paling  baik secara presensinya. Adapun staff Himagrin yang paling baik menurut monev ialah Siti Kania, Habibah Wasdah, dan Septi Yulianti.

 

Pada  awal pengurusan, diadakan punishment untuk pengurus yang terlambat dan tidak membawa slyer yakni membuat karya tulis berupa artikel, poster dan lainnya untuk ditempel di mading. Namun pada keberjalanannya, tidak ada pengurus yang melakukan. Oleh karena itu, punishment diganti menjadi pengurangan nilai serta uang denda. Pengurangan nilai berjalan cukup lancar karena bekerja sama dengna Sekretaris Umum untuk mengganti instrument presensi, namun untuk denda berupa uang tidak berjalan lancar dibuktikan dengan jumlah uang denda yang terkumpul. Hal ini dikarenakan anggota litbang belum menemukan teknis yang efektif dan efisien.

 

Pada monev departemen,  kurang lebih sama seperti monev personal. Namun, pada monev departemen saat ini masih menghitung jumlah orang yang hadir dari departemen tersebut pada tiap prokernya dan tidak memakai nilai. Pada monev ini pun departemen terbaik yakni Departemen Sosial dan Politik diberi reward saat Upgrading II.

 

Selain monev personal dan departemen,  adapula monev proker. Monev proker ini dilakukan menggunakan dua cara. Yaitu presensi kehadiran pengurus pada proker tersebut serta angket untuk mengetahui ketercapaian parameter proker tersebut. Angket ini hanya dilakukan pada beberapa proker  namun hasilnya baik karena pertanyaan-pertanyaan pada angket tersebut disesuaikan dengan parameter keberhasilan proker tersebut. Melihat hasil dari angket, litbang pun membuat standar instrumen angket yang berfungsi sebagai pengawasan mutu proker HIMAGRIN. Litbang pun membuat instrumen mnitoring dan evaluasi untuk masing-masing departemen terkhusus diberikan pada Ketua Departemen agar mampu memonitoring seluruh anggotanya.

 

Sedikit banyak, kendala tahun lalu yakni belum pastinya instrument monev sudah  terminimalisir untuk tahun berikutnya dikarenakan berbagai percobaan pada tahun ini dan penilaian monev lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *